Work From Home, Saatnya Kerja Online

Seperti kita ketahui pada 11 Maret 2020 WHO (World Health Organization) mengumumkan bahwa Virus COVID-19 atau Virus Korona adalah pandemi global. Kejadian ini telah mengakibatkan resesi di berbagai negara. Di Amerika Serikat (AS) sendiri telah mengakibatnya 18% pekerja kehilangan penghasilannya atau pekerjaannya, sebagaimana dilaporkan LA Times pada 17 Maret 2020.

Belum lagi jumlah yang positif terkena virus COVID-19 ini pun semakin bertambah, bahkan di Indonesia lonjakan pasien positif pun semakin banyak. Hingga 18 Maret 2020 jam 21.00 jumlah pasien yang positif sudah 227 dengan rasio kesembuhan terhadap virus ini di Indonesia sebesar 4,85%.

Daerah paling banyak pasien positif COVID-19 adalah DKI Jakarta sebanyak 30 kasus pasien positif. BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) pun telah memperpanjang masa darurat bencana hingga 29 Mei 2020 menyarankan untuk membatasi pertemuan dengan audien besar atau kegiatan sosialisasi di kurangi, yang kini biasa disebut social distancing.

Apa itu Social Distancing?

Ketika pemerintah membatasi interaksi sosial, maka kita bekerja dari rumah dan ini saatnya kita bekerja, belajar secara online sesungguhnya. Yang dulu online hanya 50%-50% kini kita bisa sampai 70%-90%. Karena vaksin atau obat untuk menangani COVID-19 masih belum ditemukan, maka oleh para ahli kesehatan masyarakat, disarankan untuk melakukan social distancing atau membatasi sosial dimana menjaga jarak dengan kehidupan sosial kita. Karena penyebaran COVID-19 sangat cepat, maka diperlambat dengan membatasi interaksi sosial masyarakat. Dengan maksud, penyebarannya melambat, sehingga virus tersebut bisa ditangani kepada yang positif.

Namun sebelum dinyatakan sebagai pasien, ada tingkatan dahulu yakni ODP (orang dalam pantauan), PDP (pasien dalam pengawasan) dan baru pasien positif.

Istilah penanganan pasien Korona - Sumber: Kompas.com

Selagi sosial distancing atau membatasi interaksi sosial, maka Presiden Joko Widodo pun menganjurkan untuk bekerja di rumah, belajar di rumah dan beribadah dari rumah untuk masyarakat. Namun tidak semua orang biasa kerja dari rumah, seperti Anda pekerja lapangan atau pekerja konstruksi.

Dan seluruh hormat dan penghargaan saya bagi Anda para pekerja medis Indonesia yang berada di garda depan dalam pandemi global ini. Anda adalah pahlawan kami, terima kasih atas pengabdiannya semoga kerja-usaha-upaya Anda diberikan kebaikan pahala dan keberkahan dari ‎Allah Aaza Wa Jalla.

Dan untuk Anda yang tidak biasa, mungkin tips-tips berikut bisa membantu Anda untuk mengerjakan pekerjaan Anda di rumah. Anda para pekerja konstruksi, saya berbagi tips ini karena saya pernah menjadi pekerja konstruksi selama 20 tahun dan kini saya menggabungkan ilmu, pengalaman dan passion saya: konstruksi dan online, berikut untuk baca tips-tips dari saya:

Kerja Dari Rumah Dan Tetap Produktif

Kerja dari rumah bisa tetap produktif sendiri maupun bersama tim. Berikut adalah sedikit tips dari saya untuk Anda selalu bisa produktif dikala bekerja atau belajar dari rumah. Gunakan beberapa aplikasi yang sudah ada dibawah ini dan (mungkin) gratis agar Anda dan tim bisa selalu selaras dalam pekerjaan atau proyek Anda.

Untuk Anda para UMKM, sebaiknya perbanyak postingan usaha Anda di Google Bisnisku dan di bagikan di media sosial yang Anda miliki. Jangan lupa ajaklah pelanggan Anda dengan mengulas produk Anda dan buat link sederhana agar pelanggan Anda tinggal klik.

Terlebih pekerja konstruksi masih agak lamban dalam penerapan digital di proyeknya, karena keterbatasan internet yang cepat. Namun sejalan dengan majunya teknologi internet 4G menuju 5G, boleh ini dijadikan acuan:

Google Meet

Aplikasi ini tidak gratis, kecuali kantor Anda menggunakan aplikasi GSuite dari Google, maka Anda bisa menggunakan ini hingga maksimal 50 user dalam sekali waktu. Lumayan kan jika Anda ingin meeting skala besar, gunakan Google Meet ini tanpa Anda harus beranjak kemana-mana.

Cocok untuk Anda yang ingin mengadakan kelas online, karena bisa share screen Anda dengan para hadirin sehingga mengerti pembahasan sudah sampai mana.

Untuk pekerja konstruksi, Google meet cocok untuk jenis meeting aanwijzing atau meeting pemaparan proyek, dimana meeting yang dihadiri berbagai pihak dari pemilik proyek, konsultan, kontraktor dan suplier.

Zoom

Aplikasi ini menyediakan layanan Freemium alias free dengan batasan hingga 45 menit. Jadi jika Anda ingin mengadakan meeting yang cepat dan ringkas, boleh menggunakan aplikasi ini. Aplikasi ini pun bisa menampung hingga 25 user lebih. Kami telah mencoba hingga 15 user namun setiap 45 menit kita keluar dan masuk kembali dan membuat room meeting kembali.

Agak menyusahkan namun jika Anda suka yang gratisan, aplikasi Zoom ini bisa Anda gunakan dengan catatan, tim Anda bisa Anda kontrol pertanyaan dan alur meetingnya.

Untuk pekerja konstruksi, Zoom ini cocok untuk meeting internal tim lebih ke meeting koordinasi mingguan atau meeting pengenalan material tentunya setelah material yang telah dikirim ke calon pengguna.

Google Drive

Gunakan Google Drive dengan Google office nya seperti Google Slide (powerpoint), Google Sheet (excel) atau Google Doc (word) sehingga Anda bisa bekerja dengan real-time dengan tim Anda pada 1 file yang sama. Iya, 1 file yang sama bisa dikerjakan bersama-sama dengan beberapa orang sehingga mempercepat kerja Anda.

Cocok untuk pekerja konstruksi bagian pengadaan dan quantity surveor (QS) dalam proses pembuatan RAB atau mengecek antara Bill of Quantity dengan progres di lapangan (real) nya. Jadi bukan hanya time schedule atau jadwal rencana kerja saja yang di cek. Untuk menerapkan manajemen earned value, manajemen proyek juga mengecek hasil atau valued yang telah dicapai untuk mengetahui status proyeknya.

Telegram

Gunakan aplikasi Telegram untuk proyek konstruksi yang Anda tangani, terlebih untuk koordinasi dan penyimpanan foto-foto serta file lapangan karena Telegram selain berfungsi sebagai layan antar pesan ke sesama tim Anda.

Telegram ini bisa menjadikan cloud penyimpanan file yang tidak akan hilang sampai Anda hilangkan sendiri karena memang dasarnya fondasinya aplikasi ini cloud jadi ringan pada memori ponsel Anda.

Cocok untuk Anda yang memiliki proyek kecil maupun besar dan kolaborasi dengan tim pemilik proyek, konsultan, kontraktor dan suplier.

Slack

Slack hampir sama dengan Telegram fungsi dan fondasinya yang berbasis cloud, hanya saja semakin besar Anda menggunakan aplikasi ini, maka Anda kan dikenakan biaya.

Slack ini bisa dipasang pada ponsel Android dan iOS juga. Bahkan slack juga bisa menampilkan video online meeting sama seperti Google Meet dengan berbayar.

Slack cocok untuk skala proyek besar dan banyak sehingga kita bisa mengatur per proyek-proyek dalam foldernya.

Semua aplikasi diatas telah membantu saya dalam menangani proyek-proyek saya baik proyek konstruksi maupun online. Silahkan kita berdiskusi aplikasi apa yang paling Anda sukai? Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk berbagi dengan kolega Anda agar terasa manfaatnya.

error: Catatanku ini dilindungi undang-undang!!